Pasar perumahan menengah atas mendominasi selama pandemi, meskipun unit terjual mengalami penurunan. Di Jabodetabek dan Banten, penjualan rumah turun 23,2%, dengan penurunan unit terjual mencapai 28,3%, mencatat pertumbuhan terendah dalam setahun. Peningkatan pembatalan pembelian rumah terjadi akibat penolakan dari bank dan konsumen, serta faktor PHK dan pinjaman online. Karakteristik pasar perumahan mencakup pasar latah, supply driven, dan market mismatch. Sebagian besar pembeli memilih lokasi di Tangerang Selatan, dan harga tanah di koridor Barat Jakarta tumbuh lebih cepat karena akses tol. Alasan penurunan pasar meliputi kondisi pasca pemilu, keadaan ekonomi, dan market mismatch. *(Banten Hoursing)*
Prospek perekonomian global di 2024 diperkirakan tumbuh sebesar 3,2%, didorong oleh pertumbuhan di AS dan Eropa, meskipun ekonomi Tiongkok belum menunjukkan kekuatan akibat permintaan domestik yang lemah. Ekonomi Banten tumbuh positif sebesar 4,70% pada triwulan II 2024, didorong oleh sektor perdagangan, transportasi, konstruksi, dan real estate.Beberapa faktor yang memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi 2024 meliputi pencabutan tax rebate di China, rencana penurunan Fed Fund Rate, dan peningkatan kapasitas produksi di industri. Meskipun ada tantangan seperti ketidakpastian global dan gangguan supply, terdapat peluang, terutama di sektor properti dengan backlog kepemilikan rumah yang signifikan.Inflasi 2024 diperkirakan berada di kisaran 2,5% dengan penurunan harga komoditas pangan dan minyak global yang membantu mengurangi tekanan inflasi. Kinerja sistem keuangan di Banten juga menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana yang membaik. Sektor properti di Banten memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian, didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong kredit KPR dan insentif pembelian rumah.*(Bank Indonesia)*
Real Estate Indonesia dan DPD REI Banten dalam pembangunan properti, serta potensi Banten dibandingkan dengan metropolitan Jakarta. Situasi makroekonomi dan kebijakan nasional, termasuk dampak konflik internasional dan inflasi yang diperkirakan sekitar 5% pada 2024, juga dibahas.Ada harapan bahwa penurunan suku bunga akan mendukung KPR dan kebijakan PPNDTP yang positif hingga akhir 2024. Usulan untuk memperkuat pasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mencakup percepatan regulasi dan ketersediaan sumber daya, penyerahan prasarana, serta penetapan harga jual rumah. Kebijakan untuk membangun 3 juta rumah dari 2025 hingga 2029 mencakup pembenahan regulasi, pengadaan dana jangka panjang, dan pemanfaatan teknologi. Fokus pada pengembangan ekonomi desa diharapkan dapat memberikan dampak positif pada sektor properti *(sektor properti banten)*
Naskah ini membahas rencana penataan ruang wilayah Provinsi Banten untuk periode 2023-2043, bertujuan menciptakan wilayah yang strategis, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Fokus utama adalah pengembangan pusat pertumbuhan yang mendukung ketahanan sumber daya alam, industri, dan pariwisata.
Kebijakan penataan ruang di Banten mencakup:
Kabupaten Tangerang: Fokus pada industri, perdagangan, perumahan, dan pendidikan.
Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon: Mengembangkan pemerintahan, pendidikan, industri, pariwisata, dan pertambangan.
Kabupaten Pandeglang dan Lebak: Menyasar kehutanan, pertanian, pariwisata, dan industri.
Rencana struktur ruang melibatkan pengaturan pusat pemukiman dan jaringan prasarana untuk mendukung kegiatan sosial ekonomi. Kondisi jalan provinsi mencapai 99,03% mantap, dan ada rencana pengembangan angkutan massal berbasis kereta api dari Serang ke Balaraja untuk meningkatkan infrastruktur transportasi. *(BAPPEDA Prov Banten)*