Sekilas Inflasi 2024
Sumber Gambar : TIM Inflasi Biro Ekbang dan PPID
Inflasi Provinsi Banten pada tahun 2024 berada dalam sasaran inflasi nasional yakni sebesar 2,5% ± 1,0% mengalami penurunan seiring ekspektasi inflasi yang semakin terkendali pasca penetapan berbagai kebijakan pendukung. Sinergi Pemerintah Daerah yang terjaga dengan baik, serta berbagai kebijakan dan program nyata Pemerintah Daerah dalam rangka menjaga harga di level stabil dapat menjaga inflasi Provinsi Banten masih berada dalam koridor sasaran inflasi nasional. Lebih lanjut dengan memasuki tahun politik, kemungkinan kenaikan tarif yang ditetapkan Pemerintah menjadi kecil. Berdasarkan kelompok komoditasnya, inflasi provinsi Banten pada tahun 2023 masih didorong oleh kelompok bahan pokok penting seiring masih berlanjutnya dampak ketidakpastian global dan gangguan rantai pasok yang dapat mendorong peningkatan harga pangan strategis. Peningkatan permintaan ditengah risiko cuaca dan isu perubahan iklim juga perlu tetap diwaspadai. Pada bulan Februari 2024, Inflasi di Provinsi Banten tercatat sebesar 2,81% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 2,59% (yoy). Pada bulan Maret 2024, inflasi Banten akan berada pada kisaran 2,60-3,30% yoy. Inflasi dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya masih berlanjutnya dampak fenomena El Nino yang berdampak pada penurunan produksi pangan, berlangsungnya dampak kenaikan tarif cukai rokok per 1 Januari 2024 seiring sifatnya yang elastisitasnya yang rendah, dampak penyesuaian tarif PDAM per Februari 2024, masih berlanjutnya gejolak geopolitik, serta momen tahun politik 2024. Disamping itu, pada Maret 2024 diprakiraan masih berlanjutnya inflasi seiring peningkatan permintaan seiring HBKN Ramadhan dan Idul Fitri ditengah keterbatasan suplai pangan karena mundurnya masa tanam di sentra produksi Secara Spasial, pada bulan februari 2024 inflasi terjadi diseluruh atau di kelima Kabupaten/Kota Wilayah pantauan IHK. Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Serang 1,09% (mtm), diikuti oleh Kabupaten Pandegalang 0,91% (mtm). Kota Cilegon 0,70% (mtm). Secara tahunan, seluruh wilayah di Provinsi Banten mengalami inflasi. Inflasi tahunan Banten sebesar 2,81% (yoy) lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional 2,75% (yoy). Inflasi tahunan (yoy) tertinggi terjadi di Kabupaten Lebak sebesar 3,76% (yoy), diikuti Kab. Pandeglang sebesar 3,02% (yoy), Kota Cilegon sebesar 2,86% (yoy), Kota Serang sebesar 2,78% (yoy), dan Kota Tangerang sebesar 2,50% (yoy). |
|
Keterjangkauan Harga
Ketersediaan Pasokan a. pelaksanaan operasi pasar khusu beras, telur, daging ayam b. Kerjasama Antar Daerah yang dilakukan oleh PT. Sinar Timur Darmawan (Kab. Tangerang) dan PT. Pangan Masa Depan (Kab. Indramayu) untuk komoditas beras, PT. Agrobisnis Banten Mandiri (Provinsi Banten) dan PT. Sinar Timur Darmawan (Kab. Tangerang) untuk komoditas beras, dan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Provinsi Banten) dan PT. Japfa Comfeed (Kab. Serang) untuk komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras. Kelancaran Distribusi a. kerjasama dengan perum bulog dalam rangka memperluas cakupan distribusi beras SPHP melalui penambahan jumlah kios / outlet beras mitra pengecer di 3 wilayah kerja cabang bulog serang – cilegon, pandeglang – lebak, Tangerang – Tangsel yaitu sebnayak 288 unit kios.
Komunikasi Efektif
|
|
|
5. Rekomendasi kebijakan pengendalian inflasi di daerah.
|
Inflasi Provinsi Banten pada tahun 2024 berada dalam sasaran inflasi nasional yakni sebesar 2,5% ± 1,0% mengalami penurunan seiring ekspektasi inflasi yang semakin terkendali pasca penetapan berbagai kebijakan pendukung. Sinergi Pemerintah Daerah yang terjaga dengan baik, serta berbagai kebijakan dan program nyata Pemerintah Daerah dalam rangka menjaga harga di level stabil dapat menjaga inflasi Provinsi Banten masih berada dalam koridor sasaran inflasi nasional. Lebih lanjut dengan memasuki tahun politik, kemungkinan kenaikan tarif yang ditetapkan Pemerintah menjadi kecil. Berdasarkan kelompok komoditasnya, inflasi provinsi Banten pada tahun 2023 masih didorong oleh kelompok bahan pokok penting seiring masih berlanjutnya dampak ketidakpastian global dan gangguan rantai pasok yang dapat mendorong peningkatan harga pangan strategis. Peningkatan permintaan ditengah risiko cuaca dan isu perubahan iklim juga perlu tetap diwaspadai. Pada bulan Februari 2024, Inflasi di Provinsi Banten tercatat sebesar 2,81% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 2,59% (yoy). Pada bulan Maret 2024, inflasi Banten akan berada pada kisaran 2,60-3,30% yoy. Inflasi dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya masih berlanjutnya dampak fenomena El Nino yang berdampak pada penurunan produksi pangan, berlangsungnya dampak kenaikan tarif cukai rokok per 1 Januari 2024 seiring sifatnya yang elastisitasnya yang rendah, dampak penyesuaian tarif PDAM per Februari 2024, masih berlanjutnya gejolak geopolitik, serta momen tahun politik 2024. Disamping itu, pada Maret 2024 diprakiraan masih berlanjutnya inflasi seiring peningkatan permintaan seiring HBKN Ramadhan dan Idul Fitri ditengah keterbatasan suplai pangan karena mundurnya masa tanam di sentra produksi Secara Spasial, pada bulan februari 2024 inflasi terjadi diseluruh atau di kelima Kabupaten/Kota Wilayah pantauan IHK. Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Serang 1,09% (mtm), diikuti oleh Kabupaten Pandegalang 0,91% (mtm). Kota Cilegon 0,70% (mtm). Secara tahunan, seluruh wilayah di Provinsi Banten mengalami inflasi. Inflasi tahunan Banten sebesar 2,81% (yoy) lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional 2,75% (yoy). Inflasi tahunan (yoy) tertinggi terjadi di Kabupaten Lebak sebesar 3,76% (yoy), diikuti Kab. Pandeglang sebesar 3,02% (yoy), Kota Cilegon sebesar 2,86% (yoy), Kota Serang sebesar 2,78% (yoy), dan Kota Tangerang sebesar 2,50% (yoy). |
|
Keterjangkauan Harga
Ketersediaan Pasokan a. pelaksanaan operasi pasar khusu beras, telur, daging ayam b. Kerjasama Antar Daerah yang dilakukan oleh PT. Sinar Timur Darmawan (Kab. Tangerang) dan PT. Pangan Masa Depan (Kab. Indramayu) untuk komoditas beras, PT. Agrobisnis Banten Mandiri (Provinsi Banten) dan PT. Sinar Timur Darmawan (Kab. Tangerang) untuk komoditas beras, dan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Provinsi Banten) dan PT. Japfa Comfeed (Kab. Serang) untuk komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras. Kelancaran Distribusi a. kerjasama dengan perum bulog dalam rangka memperluas cakupan distribusi beras SPHP melalui penambahan jumlah kios / outlet beras mitra pengecer di 3 wilayah kerja cabang bulog serang – cilegon, pandeglang – lebak, Tangerang – Tangsel yaitu sebnayak 288 unit kios.
Komunikasi Efektif
|
|
|
5. Rekomendasi kebijakan pengendalian inflasi di daerah.
|