Menghadiri Undangan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Banten

Sumber Gambar :
Brebes Jawa Tengah merupakan sentra utama produksi bawang merah di Indonesia, dengan total produksi mencapai 289.942 ton pada tahun 2023. Kontribusinya terhadap produksi bawang merah di Jawa Tengah mencapai 61%, dan sekitar 15% dari total produksi nasional. Luas panen di daerah ini melebihi 30.000 hektar per tahun, dengan petani juga menanam bawang merah di luar daerah hingga lebih dari 5.000 hektar. Selain itu, ekspor bawang merah dari Brebes diperkirakan mencapai 10.000 ton pada tahun yang sama.Di sisi lain, Kabupaten Brebes memiliki potensi komoditas unggulan lain, yaitu padi, jagung, dan kedelai sebagai tanaman pangan; bawang merah, cabai merah, dan cabe rawit dalam hortikultura; serta kopi, kelapa, dan mangga dalam perkebunan. Ternak unggulan yang khas di daerah ini meliputi domba Sakub, sapi Jabres, dan belengong, yang masing-masing merupakan hasil persilangan dan memiliki distribusi tertentu di beberapa kecamatan.Secara keseluruhan, Kabupaten Brebes menunjukkan potensi besar dalam sektor pertaniandan peternakan, menjadikannya salah satu daerah penting dalam kontribusi produksi pangan dan komoditas di Indonesia.Pusat Pelatihan Bawang Merah di Brebes memiliki visi untuk menjadi lembaga pelatihan terdepan dalam membentuk pelaku usaha agribisnis bawang merah yang handal, dengan misi menyediakan pelatihan berkualitas, merakit teknologi inovatif, dan membangun jejaring antara petani dan pelaku usaha. Kelompok Tani Bawang Mekar Jaya, yang didirikan pada tahun 2016, berfokus pada budidaya dan perdagangan bawang merah, serta hilirisasi produk, guna meningkatkan keterampilan petani dan daya saing produk di pasar nasional dan internasional.Proses bisnis bawang merah meliputi budidaya, panen, dan pengolahan menjadi produk olahan yang populer seperti bawang goreng dan pasta bawang. Pemasaran dilakukan melalui pasar modern dan tradisional, meskipun kapasitas usaha olahan saat ini belum optimal untuk menyerap surplus bawang merah. Hilirisasi menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah, terutama ketika harga bawang rendah, dan pengembangan teknologi proses diperlukan untuk menciptakan produk baru.Rekomendasi mencakup pengembangan teknologi pengolahan, strategi pemasaran yang lebih luas, dan membangun kemitraan untuk memperkuat distribusi. Dengan pendekatan yang tepat, pelaku usaha dapat memaksimalkan potensi bawang merah dan produk olahannya, serta berkontribusi pada pengembangan agribisnis di Indonesia.Pada Agustus 2024, Provinsi Banten mencatat inflasi bulanan sebesar 0,01% (MtM) setelah mengalami deflasi pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi di Banten mencapai 2,45% (YoY), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,12% (YoY), dan menjadikannya sebagai inflasi tertinggi di Pulau Jawa. Beberapa komoditas yang mengalami inflasi termasuk daging ayam ras, minyak goreng, dan cabai rawit, sedangkan telur ayam ras dan bawang putih mengalami deflasi.Untuk mengendalikan inflasi, Banten melaksanakan beberapa upaya jangka pendek, seperti peningkatan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi, penguatan peran BUMD dan BUMDes dalam penyimpanan dan penyaluran pangan, serta mendorong produktivitas pertanian melalui teknologi modern. Dalam konteks pengendalian inflasi nasional, arahan Presiden mencakup koordinasi kebijakan, stabilitas harga, pengembangan sektor pertanian, serta peningkatan transparansi informasi dan penggunaan teknologi.Secara keseluruhan, Banten berupaya menjaga inflasi dalam kisaran sasaran nasional dan memastikan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui langkah-langkah kolaboratif dan inovatif.Penyusunan program unggulan TPID Kebumen didasarkan pada analisis potensi, tantangan, dan isu pengendalian inflasi yang sejalan dengan roadmap pengendalian inflasi di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten. Dengan luas lahan pertanian yang signifikan, Kebumen memiliki peluang untuk meningkatkan kecukupan pangan melalui sektor pertanian, yang juga menyumbang PDRB daerah.Program "Gerak Seruni," yang fokus pada penguatan sisi hulu, meliputi penerapan teknologi pertanian modern dan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Implementasi program ini telah menunjukkan dampak positif, seperti penurunan angka stunting dari 12,6% menjadi 9,9% dalam dua tahun, peningkatan pendapatan petani, dan penurunan angka kemiskinan dari 16,41% menjadi 15,71%.Dampak jangka panjang diharapkan dapat menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas pertanian, serta meningkatkan daya beli konsumen dan kesejahteraan petani. Dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif, Kebumen berupaya mengendalikan inflasi dan memajukan kesejahteraan masyarakat.Tingkat inflasi tahunan Jawa Tengah pada Agustus 2024 tercatat sebesar 1,77%, masih dalam rentang target pemerintah. Meskipun mengalami deflasi sebesar -0,07% pada bulan yang sama, inflasi dipengaruhi terutama oleh kenaikan harga beras. Tantangan utama dalam pengendalian inflasi termasuk ketidakpastian global, anomali cuaca yang mempengaruhi komoditas utama, dan keterbatasan kewenangan pemerintah provinsi dalam mengimplementasikan kebijakan.Jawa Tengah berperan sebagai penyangga pangan nasional dengan surplus komoditas, meskipun ada periode defisit. Upaya penguatan sisi hulu dilakukan melalui berbagai inisiatif seperti pemberian bantuan benih, pembangunan greenhouse, dan penguatan sektor peternakan. Di sisi hilir, langkah-langkah termasuk subsidi pangan, gerakan pangan murah, dan pengawasan distribusi dioptimalkan.Inovasi dalam pengendalian inflasi juga diperkenalkan, seperti penggunaan alternatif pakan ternak, pembentukan ekosistem distribusi komoditas, dan pembangunan toko pengendali inflasi untuk mempengaruhi stabilitas harga.
Melalui upaya ini, diharapkan dapat menjaga pasokan dan harga komoditas serta meningkatkan ketahanan pangan di Jawa Tengah

Share this Post