Inflasi Triwulan I 2024
Sumber Gambar : TIM Inflasi Biro Ekbang dan PPID- Perkembangan inflasi daerah dan atau perkembangan harga barang kebutuhan pokok dan penting, barang lainnya dan jasa serta risiko ke depan
Pada Triwulan I Tahun 2023 (Maret), Inflasi Gabungan 3 Kota IHK di Provinsi Banten tercatat inflasi, namun melandai dari periode sebelumnya. Inflasi Tahunan Provinsi Banten tercatat 4,17 % (yoy), melandai dibandingkan periode triwulan IV tahun 2022 (Desember) sebesar 5,08% (yoy). Inflasi terutama disumbang oleh andil komoditas bensin (1,23%); beras (0,20%); sewa rumah (0,20%); rokok kretek filter (0,18%); bahan bakar rumah tangga (0,13%); telur ayam ras (0,11%); (0,11%); tukang bukan mandor (0,10%); tarif rumah sakit (0,09%); dan upah art (0,08%). Kondisi ini didorong oleh oleh penyesuaian harga BBM non subsidi sebagai respon terhadap harga minyak mentah dunia, kenaikan Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) seiring pergeresan masa panen, meskipun demikian tekanan melandai seiring panen di sentra produksi Lebak dan Pandeglang serta luar Banten, kenaikan tarif sewa rumah seiring penyesuaian tarif biaya bangunan rumah subsidi oleh Kemenkeu, kenaikan harga gas LPG non subsidi rumah tangga untuk kapasitas 5,5Kg dan 12 Kg, meningkatnya permintaan telur ayam ras periode awal Ramadhan dan penyaluran BPNT, penyesuaian Kembali tarif angkutan dalam kota terutama di Tangerang dan serang serta kenaikan berkala upah tukang bukan mandor dan upah ART. Di sisi lain, sumbangan delfasi seiring menurunnya tekanan harga pada komoditas minyak goreng (-0,15%), cabai merah (-0,08%), tomat (-0,04%), daging ayam ras (-0,04%), kangkong (-0,03%), bawang putih (-0,02%), udang basah (-0,02%), anggur (-0,01%), sepatu anak (-0,01%), dan angkutan udara (-0,01%), hal in I dipengaruhi oleh melandainya harga komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO). Kondisi pasokan cabai merah relative terjaga seiring panen Gerakan tanam cabai pada akhir tahun 2022, Kembali lancarnya impor bawang putih seiring penertiban ijin kementan, sedikit melandainya deman pasca nataru.
- Identifikasi permasalahan pengendalian inflasi di daerah
-
-
- Antisipasi dampak fenomena hidrometeorologi adaptasi potensi EL NINO yang cenderung membawa iklim kering melalui penguatan system irigasi mengingat lahan pertanian sawah didominasi sawah tadah hujan.
- Menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang pokok dan penting, termasuk persiapan memasuki HKBN.
- Komoditas bahan bakar rumah tangga sejalan dengan penyesuaian harga LPG nonsubsidi oleh Pertamina akibat peningkatan harga minyak dunia yang terus berlanjut.
-
-
- Pelaksanaan kebijakan pengendalian inflasi di daerah
Pada triwulan I tahun 2023, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten telah melakukan beberapa program koordinasi dalam rangka menjaga kestabilan inflasi. Melakukan Kerjasama Antar Daerah / MOU seperti Kerjasama perdagangan komoditas pangan strategis PT. argobisnis banten mandiri (ABM) dengan PT. Tangerang nusantara global (TNG), Kerjasama Rice Milling PT. argobisnis banten mandiri (ABM) dengan Bulog DKI Banten.
Keterjangkauan Harga
- Pemantauan harga sidak pasar dan pasokan bahan pokok selama hkbn ramadhan dan idul fitri di pasar induk rau, gudang bulog, serta gudang distributor retail guna memastikan pasokan menghadapi peningkatan permintaan pada ramadhan dan idul fitri.
- Bazar ramadhan tahun 2023.
- Pasar murah ramadhan 2023.
- Pasar murah di acara bangga buatan Indonesia.
Ketersediaan Pasokan
- Panen raya aneka cabai dan bawang merah pada maret mencapai 2.403 ton dan 247 ton.
- Monitoring ketersediaan pasokan ke pasar kabupaten/ kota.
- Pemantauan ketersediaan logistic bersama menteri perdagangan.
Kelancaran Distribusi
-
-
-
-
-
-
- Inisiasi penguatan wanten warung banten milik PT. agrobisnis banten mandiri, BUMD pangan provinsi Banten sebagai penyalur komoditas pangan utama dan perluasan KAD BUMD pangan di kota/kab sentra.
-
-
-
-
-
Komunikasi Efektif
-
- Melakukan HLM TPID Provinsi yang dihadiri oleh Pj.gubernur.
- Melakukan Kerjasama Antar Daerah / MOU seperti Kerjasama perdagangan komoditas pangan strategis PT. argobisnis banten mandiri (ABM) dengan PT. Tangerang nusantara global (TNG), Kerjasama Rice Milling PT. argobisnis banten mandiri (ABM) dengan Bulog DKI Banten.
- Capacity building TPID
- Coaching clinic pembuatan laporan TPID
- Evaluasi Kebijakan Pengendalian Inflasi di Provinsi Banten Triwulan I Tahun 2023 adalah sebagai berikut
- Perlu upaya penguatan koordinasi antara TPID Provinsi Banten dengan TPID Kabupaten/Kota dalam rangka penyediaan dan pendistribusian barang komoditas yang produksinya terbatas atau berada di Provinsi Banten.
- Mengupayakan inovasi guna meminimalisir ketergantungan bahan makanan pada daerah lain, melakukan penguatan ketahanan pangan di Provinsi Banten, melakukan penganekaragaman pangan dan memantau keamanan pangan.
- Perlunya inovasi penjualan komoditi secara online.
- Menginisiasi kerjasama antar kabupaten/kota se-Provinsi Banten dengan memanfaatkan potensi produksi yang ada dengan melakukan pendataan ketersediaan pasokan daerah yang surplus dan defisit.
- Perlunya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
- Rekomendasi kebijakan pengendalian inflasi di daerah.
- Melakukan pemantauan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok
- Memperkuat Kerjasama antar daerah (KAD) terutama menjaga ketersediaan pasokan, dan keterjangkauan harga ke depan. Terutama melalui Gelar pasar murah, gerak menanam, dan panen
- Melanjutkan program GNPIP (Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pusat)
- Memperkuat pengawasan melalui sidak pasar dan sinergi dengan satgas pangan
- Melakukan penguatan peran, TPID, BUMD, dan stakeholder termasuk terhadap kenaikan biaya produksi, ongkos angkutan umum, bahan pangan pokok, dan penting merespon kebijakan pengalihan subsidi BBM.
- Dapat mengendalikan harga angkutan.