Erupsi Gunung Anak Krakatau, Banten Siapkan 5.000 Boks Masker Gratis untuk Warga
Sumber Gambar : PPID BIRO EKBANG 2026Gubernur Banten Andra Soni telah menyiapkan sebanyak 5.000 boks masker untuk didistribusikan ke wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. "Sekarang lima ribu boks masker kami distribusikan melalui dinas kesehatan ke wilayah prioritas lalu diberikan kepada masyarakat secara gratis," kata Andra kepada wartawan di Cinangka, Serang, Minggu (6/9/2026). Andra mengatakan, masker digunakan saat masyarakat beraktivitas di luar rumah mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan. "Kurangi aktivitas di luar rumah dan mohon menggunakan masker karena saat ini terjadi sebaran abu vulkanik," ujar dia. Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Turun di Parung dan Ciseeng Bogor, Masker Gratis Dibagikan hingga ke Area Pasar Pemerintah, kata Andra, memastikan kesiapan langkah mitigasi hingga tingkat desa, termasuk jalur evakuasi dan lokasi pengungsian, bila terjadi bencana sewaktu-waktu. "Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Itu yang harus kami kerjakan," tegasnya. Andra meminta masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat agar mengakses informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau hanya dari kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang. "Tentu kita harus terus memantau (aktivitas vulkanologi)," ujarnya. Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Bogor, Ratusan Masker Dibagikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, sebanyak 5.000 dus masker sudah tersedia dan siap dibagikan secara gratis kepada masyarakat terdampak. "Satu dus berisi kurang lebih 50 buah masker. Jumlah tersebut diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan selama beberapa hari ke depan," kata Ati. Ati mengatakan, Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan memprioritaskan wilayah Banten serta Lampung untuk dikirimkan bantuan masker. Baca juga: Instruksi Kapolri soal Abu Vulkanik Anak Krakatau: Siaga Bantu Masyarakat Dengan harapan, lanjut Ati, bantuan ini dapat segera tersebar luas ke masyarakat. Namun, karena jumlahnya terbatas dan kemungkinan tidak semua orang mendapatkan bagian. "Kami mengimbau masyarakat yang mampu untuk dapat membeli masker secara mandiri dan saling bergotong royong," ujar dia.