Komitmen Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Daerah
Sumber Gambar : PPID BIRO EKBANG 2026SERANG — Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Banten membuka dan meresmikan secara langsung Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026 di Lahan Klaster Kelompok Tani Priangan Mukti I, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Selasa (15/9/2026).
Membacakan sambutan Gubernur Banten, Andra Soni, Kepala Biro Ekbang menyampaikan pesan tegas bahwa pengendalian inflasi harus dikerjakan secara nyata dan langsung dari hulu sampai hilir. Menjaga ketersediaan serta stabilitas harga pangan merupakan fondasi utama ketahanan ekonomi daerah yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
> "Kita tidak boleh menunggu harga naik untuk bergerak. Kita harus bergerak sebelum harga naik. Petani sejahtera bukan hanya tujuan pembangunan pangan, melainkan syarat utama terwujudnya ketahanan pangan Banten," ujar Kepala Biro Ekbang saat menyampaikan arahan Gubernur Banten.
Melalui peluncuran GPIPS 2026 ini, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen mendorong penguatan ekosistem pertanian secara menyeluruh. Langkah konkret tersebut mencakup peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, jaminan akses terhadap benih, pupuk, teknologi, dan pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi para petani.
Lebih lanjut disampaikan, dari lahan pertanian di Kasemen ini Pemprov Banten ingin menegaskan posisi daerah agar tidak sekadar menjadi pasar konsumsi, melainkan menjadi salah satu pilar utama kekuatan produksi pangan nasional.
Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor Usai menyampaikan sambutan Gubernur Banten, Kepala Biro Ekbang menambahkan bahwa Biro Ekbang Setda Provinsi Banten siap terus mengawal dan memfasilitasi koordinasi antarinstansi untuk memastikan seluruh agenda pengendalian inflasi dan penguatan pangan berjalan secara terintegrasi.
Pengendalian inflasi membutuhkan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia, Bulog, perbankan, akademisi, hingga seluruh kelompok tani di Banten. Melalui momentum GPIPS 2026, diharapkan kolaborasi lintas sektor ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Kegiatan seremonial tersebut ditutup dengan pembukaan resmi GPIPS 2026, peninjauan lahan pertanian klaster di Kecamatan Kasemen, serta dialog bersama para penyuluh dan petani setempat untuk menyerap aspirasi pengembangan sektor pertanian ke depan.
Tim Redaksi / Publikasi Biro Ekbang Setda Provinsi Banten Kategori: Berita Utama / Perekonomian & Ketahanan Pangan Tanggal Unggah: 15 September 2026